Perkuat Relevansi Lulusan, FPP UNP Gelar Strategic Industry Roundtable: Harmonisasi Akademik dan Kebutuhan Sektor Pariwisata
Daerah | Sabtu, 17 Januari 2026 10:33:59 WIB
Siagaonline.com, Padang – Di tengah pesatnya transformasi industri pariwisata pascapandemi dan tuntutan digitalisasi, Departemen Pariwisata, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) Universitas Negeri Padang (UNP) mengambil langkah proaktif untuk memastikan kurikulum pendidikan tinggi tetap selaras dengan dinamika pasar.
Pada Selasa (13/1), bertempat di Function Room The ZHM Premiere Hotel Padang, FPP UNP menyelenggarakan Employer Meeting strategis bertajuk “Strategic Industry Roundtable: Building Competency Pathways in Hospitality & Tourism”.
Acara ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah forum krusial yang mempertemukan para pemangku kebijakan akademis dengan para nakhoda industri pariwisata dan perhotelan di Sumatera Barat. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen besar UNP dalam program EQUITY (Enhancing Quality Education for International University) serta upaya meningkatkan capaian dalam THE Impact Ranking.
Membangun Jembatan Kompetensi (SDG 4 & 8)
Tujuan utama dari roundtable ini adalah membedah secara mendalam kurikulum Program Studi D4 Manajemen Perhotelan dan S1 Pariwisata.
Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, para peserta fokus pada pemetaan kesenjangan kompetensi (competency gap) yang sering kali ditemukan pada lulusan baru saat memasuki dunia kerja.
Selain evaluasi kurikulum, pertemuan ini merumuskan nota kesepahaman yang lebih konkret mengenai bentuk kerja sama lanjutan.
Program-program seperti magang industri yang lebih terstruktur, riset terapan yang mampu memecahkan masalah di lapangan, sertifikasi kompetensi bertaraf internasional, hingga skema rekrutmen prioritas bagi lulusan UNP menjadi poin-poin utama yang dibahas. Upaya ini dilakukan untuk memastikan peningkatan daya serap lulusan di pasar kerja, yang merupakan pengejawantahan dari Sustainable Development Goals (SDG) nomor 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Sinergi untuk Produk Alumni yang Kompetitif (SDG 17)
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Internasional UNP, Dr. rer. nat. Deski Beri, S.Si, M.Si, dalam sambutannya menekankan bahwa universitas tidak boleh menjadi "menara gading" yang terpisah dari realitas industri.
“Kami menginginkan adanya sinergi yang kuat antara UNP dengan dunia industri.
Kita harus menghasilkan ‘produk’ atau alumni yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga siap diserap langsung oleh pasar.
Untuk mencapai itu, UNP memerlukan umpan balik yang jujur dari praktisi agar kontribusi yang diberikan benar-benar dirasakan oleh kedua belah pihak,” tegasnya.
Senada dengan itu, Dekan FPP UNP, Prof. Dra. Asmar Yulastri, M.Pd, Ph.D., dalam laporannya menyoroti betapa ketatnya kompetisi di sektor pariwisata saat ini.
Beliau menekankan bahwa penyelenggara pendidikan harus memiliki fleksibilitas dan kecepatan dalam beradaptasi.
“Dunia industri bergerak sangat cepat.
Pertanyaan besarnya adalah bagaimana program di universitas bisa diselaraskan agar lulusan kita memiliki kompetensi yang relevan, sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu bersaing di tingkat regional, nasional, maupun global,” ungkap Prof. Asmar.
Mengejar Reputasi Dunia
Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari upaya UNP memperkokoh posisinya di peta pendidikan internasional.
Direktur Kerja Sama, Reputasi, dan Internasionalisasi UNP, Prof. Rusnardi Rahmat Putra, S.T., M.T., Ph.D., Eng., menjelaskan bahwa kontribusi mitra industri adalah pilar penting dalam penilaian reputasi global.
“Saat ini UNP telah berada di jajaran elite dunia dengan peringkat 1400+ secara global dan menduduki peringkat 20 besar di Indonesia.
Pengakuan dari mitra industri adalah salah satu indikator kunci untuk terus naik di peringkat dunia,” jelasnya.
Perspektif dari Garda Terdepan Industri
Diskusi ini diperkaya dengan kehadiran para narasumber yang merupakan tokoh-tokoh kunci pariwisata, antara lain:
- AE Rina Pangeran, SE., MBA (Ketua PHRI Sumatera Barat), yang menyoroti standar layanan dan etika kerja di perhotelan.
- Lambok Jaya Situmeang (Perwakilan Indonesia Hotel General Manager Association/IHGMA), yang berbagi pandangan mengenai kriteria manajerial yang dibutuhkan industri modern.
- Joni Mardianto, SS., M.Par (Ketua Pokja Pariwisata) dan Darmawi, S.Pd.I (Ketua ASITA Sumbar), yang memaparkan peluang riset dan kebutuhan tenaga kerja di sektor biro perjalanan serta destinasi wisata.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan forum ini sebagai agenda berkelanjutan.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, UNP optimis dapat mencetak talenta-talenta unggul yang akan menjadi motor penggerak pariwisata Indonesia di masa depan. **
#HumasUNP #FPPUNP #PariwisataSumbar #HospitalityIndustry #SDGs #PendidikanBerkualitas #EmployerMeeting #TourismSumateraBarat #BeritaUNP #WorldClassUniversity
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :